Kepada Kekasihku

Ketika dunia memperolokmu
Ketika semua orang tak ada yang yakin akan kemampuanmu
Ketika sahabat-sahabatmu pun mulai lelah untuk mendukungmu
Ketika keluargamu juga mulai pudar mempercayaimu

Aku yang tak pernah yakin akan kemampuanmu
Aku yang mungkin setengah hati mendukungmu
Aku yang bukan pudar, tapi memang belum bisa mempercayaimu
Kini mulai yakin, kemudian mendukungmu
Kini mulai bisa mempercayaimu

dan saat inilah, ketika kamu sendiri sudah mulai tak percaya diri
ketika kamu mulai tidak yakin dengan kemampuanmu sendiri
dan bahkan mulai berusaha mengikuti saja alur yang berjalan
tak berusaha, tak bersemangat, dan putus asa

Aku, memohon kepadamu dengan sangat
Memintamu dengan sangat
Mengharapmu dengan sangat
Untuk lagi meyakini bahwa apa yang kamu rencanakan
Untukmu, untukku, untuk kita, pasti akan terwujud

Jadi, sekali lagi aku memohon kepadamu, karena aku sudah percaya
Meskipun aku paham bahwa ini benar-benar tak mudah
Meski bagaikan menjemputku ke bulan pun, tetap kumohon
Berusahalah dan jangan hancurkan kepercayaanku tentangmu
Jangan diam, kembali bergerak, bersemangat

Tak banyak lagi waktu untukmu
Terlalu lama aku menunggu
Cepatlah, kejar lagi semua
Karna aku percaya.

Kepada Calon Suamiku

Sebelumnya, banyak hal yang ingin kutanyakan padamu

Pernahkan kau ingin marah padaku tapi tetap kau tahan?

karena mungkin nanti aku akan sering membuatmu marah

Pernahkah kau merasa bosan padaku?

Karena nanti aku akan selalu menemanimu setiap saat

Pernahkah kau merasa bahwa aku terlalu mengekangmu?

Karena nantipun aku masih selalu takut kehilanganmu

Pernahkah kau merasa bahwa sms atau teleponku  mengganggumu?

Karena nanti aku akan selalu mengkhawatirkan keadaanmu

Pernahkah kau merasa bahwa aku terlalu menekanmu?

Karena aku hanya berharap bahwa hanya aku yang ada dihatimu

Pernahkah kau merasa bahwa aku terlalu mengaturmu?

Karena aku sangat peduli kepadamu

Sudahkah kau mantapkan hatimu saat memilihku?

Karena aku telah memantapkan hatiku untuk menerimamu

Will you marry me

Katakan Cinta mu

sepasang kekasih sedang melaju lebih dari 100 km/jam di jalan dengan sebuah motor.

Cewek : Pelan-pelan, aku takut.

Cowok : Tidak, ini menyenangkan.

Cewek : Tidak, ini sama sekali tidak menyenangkan. Please, aku takut!

Cowok : Baik, tapi katakan dulu bahwa kamu mencintaiku.

Cewek : Aku mencintaimu! Sekarang pelankan motornya!

Cowok : Sekarang beri aku pelukan yang erat. (Lalu si cewek memeluknya)

Cowok : Bisakah kamu melepas helmku & kamu pakai? Helm ini sangat menggangguku! (Si cewek itu pun menurutinya)

Keesokan harinya ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung karena rem-nya blong. Ada dua orang di atas motor itu, tetapi hanya satu orang yang selamat.

Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi, si cowok berusaha me-Rem utk memperlambat, tp si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tau. Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tau itu untuk terakhir kali baginya. Dia lalu menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati…

Pernahkah kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini ??? Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon / mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia?

Pernahkah kamu mengatakan “AKU MENCINTAIMU” padanya? Ataukah kamu menunggu untuk mengatakan itu disaat kamu berada dlm situasi seperti diatas motor itu?

Jika tidak, kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi. Jangan menyimpan rasa cinta itu hanya di dalam hati.

Katakan padanya bahwa kau mencintainya Karena kamu tidak pernah tau, apakah besok kamu masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkannya..

Badai itu Pergi

Ini yang sebenarnya kutunggu tunggu

Badai itu pergi

Lelah mengusik kehidupanku

Lelah mengganggu kebahagiaanku

Kesabaranku selama ini membawa hasil

Hasil yang sempurna

Badai itu menghilang juga akhirnya

Andai suatu saat nanti dia datang kembali

Sudah kusiapkan berbagai jenis senjata

Bukan senjata untuk mengusir badai itu

Bukan pula senjata untuk melawan badai itu

Tapi senjata untuk membiarkan hatiku bersabar lagi

Dan tak terpengaruh sedikitpun serangan serangan Sang Badai

Karena senjataku kali ini benar benar bisa diandalkan

Senjataku adalah Cinta dan Kepercayaan

Bye.. Badai…

Pergi dan Menghilang…

Semoga tak kembali lagi

by: Dv Maria Pradhika

Hal Terbesar – Armada

[intro] D

D
Tlah lama ku rasa sendiri
Bm

Karena hatiku tak memiliki
Em
Ku tak kuasa melupakannya
A
Begitu saja

D
Kau datang di saat yang sempurna
Bm
Membuat aku melupakan dia
Em
Kau menyita semuanya
A
Hati dan fikiranku

[chorus]
G  Gm
Mencintaimu
D
A/C# Bm
Adalah hal terbesar di hidupku
C
A
Jadi jangan kecewakan aku
G
Gm
Memilikimu
D
A/C# Bm
Harta terbesar di dalam hidupku
Em
A D
Semoga ini selamanya bersama

D
Kau datang di saat yang sempurna
Bm
Membuat aku melupakan dia
Em
Kau menyita semuanya
A
Hati dan fikiranku

[chorus]
G  Gm
Mencintaimu
D
A/C# Bm
Adalah hal terbesar di hidupku
C
A
Jadi jangan kecewakan aku
G  Gm
Memilikimu
D
A/C# Bm
Harta terbesar di dalam hidupku
Em
A
Semoga ini selamanya bersama

[solo] Bm E G D
Bm E G A

[chorus]
G  Gm
Mencintaimu
D
A/C# Bm
Adalah hal terbesar di hidupku
C
A
Jadi jangan kecewakan aku
G  Gm
Memilikimu
D
A/C# Bm
Harta terbesar di dalam hidupku
Em
A
Semoga ini selamanya
Em
A D
Semoga ini selamanya bersama

Ini dia,Dhika d’Kresna,

Seseorang yg merupakan hal terbesar dihidupku….
Semoga bahagia ini selamanya….

Amiiin….

Kau Harus Terima – Armada

Kau yang buat diri ini
Hancur tiada terkira
Kau membuat ku luka

Dirimu yang selama ini
Selalu aku banggakan
Ternyata kau mendua

Dan jika dia lebih dariku
Lebih baik untukmu, ku bisa terima
Tapi bila kau tak temukan bahagia
Kau harus bisa terima, jangan kembali

Dirimu yang selama ini
Selalu aku banggakan
Ternyata kau mendua

Dan jika dia lebih dariku
Lebih baik untukmu, ku bisa terima
Tapi bila kau tak temukan bahagia
Kau harus bisa terima, jangan kembali

Dan jika dia lebih dariku
Lebih baik untukmu, ku bisa terima
Tapi bila kau tak temukan bahagia
Kau harus bisa terima, jangan kembali

Jangan sesali
Jangan kembali

 

UNOVA – Sebenarnya

Lagu Keren neh guys…

Check it out!!!

 

diary 3

3:15 AM  Jakarta, 15 Februari 2011

Dear Diary,

Lagi, malam ini tak dapat kupejamkan mataku. Selalu memikirkannya, bayangannya kini selalu mengisi hari-hariku.

Kresnaku, kupandang foto-fotonya lagi, video tentangnya pun kuputar berkali kali, senyumku mengembang.

Aku benar mencintainya, benar menginginkannya, berharap dia yang akan slalu menemani hari hariku selanjutnya.

Lama aku melihat file file itu, melihat tatapannya, senyumannya, membayangkan gerak geriknya saat bersamaku, Damn…!!! bayangan Deni muncul lagi, seolah berusaha menutup pandanganku pada Kresnaku. Mulai kurasa sesuatu yang mirip, sesuatu yang sama, yang kusuka.

Aku mulai merasa Kresna terlalu mirip dengan Deni, caranya menatapku,  perhatiannya padaku, caranya memperlakukanku, menghargai dan menghormatiku, sungguh benar benar hampir sama. Bheee… bicaranya, genggaman tangannya, semuanya, hampir sama persis, seolah Deni hidup kembali dan menjelma menjadi Kresna.

Ini suatu kesalahan, aku menyukai Kresna karna aku mencintainya, benar benar mengenalnya, tak ada hubungannya dengan Deni sedikitpun. Mereka dua pribadi yang berbeda beda, kalaupun aku masih dibayang bayangi oleh sosok Deni, itu karena Deni terlalu baik padaku, bukan karena aku masih menyukainya bahkan mencintainya.

Bukan!!

Kresna yang kucintai, sebagai Kresna, bukan sebagai sosok yang hampir sama dengan Deni, sekali lagi bukan!!, kuyakinkan hatiku.

Air mataku mulai menetes lagi, aku mungkin memang bersalah pernah meninggalkan Deni tanpa sempat mengatakan semua yang kurasakan padanya, dulu, bahkan penyesalanku pun masih tetap kurasakan hingga detik ini, tapi yang kucintai adalah Kresna, bukan Deni, bukan pula sosok seperti Deni, kalaupun ada kemiripan, itu hanya suatu kebetulan saja.

Yah, bener banget, hanya kebetulan saja.

Deni cuma masa laluku saja yang mungkin memang sulit untuk kulupakan, perlahan tapi pasti aku bisa melupakan perasaanku padanya, toh dia memang sudah pergi jauh membawa cintanya untukku, dan tak akan kembali untuk selamanya.

Satu yang ingin kuyakinkan pada hatiku, dihati ini, hanya ada sosok Kresna sebagai dia sendiri, utuh, tak ada yang lain ataupun bayang bayang siapapun.

Aku mencintaimu

benar-benar mencintaimu Dhika d’Kresna

Sedang Berimajinasi

saya sedang berimajinasi

membayangkan tentang bagaimana saya kelak

 

sekarang saya sedang bekerja,

di tahun kedua saya bekerja, saya menikah

dua tahun setelah saya menikah

tabungan untuk modal buka usaha sudah cukup

 

saat itulah saya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga saja

meninggalkan profesi saya sebagai wanita karir

mendukung suami saya untuk berkarir lebih baik lagi

mendorongnya untuk selalu bersemangat mecari nafkah

sembari mengajar dan membimbing anak saya sebelum memasuki usia sekolah

 

setelah itu saya juga mulai fokus mengembangkan usaha saya

tanpa melupakan tugas saya sebagai seorang istri yang harus mendampingi suaminya

dan sebagai ibu yang selalu membimbing anaknya

tiga sampai empat tahun berikutnya mungkin saatnya untuk menambah keturunan

 

beberapa tahun kemudian

usaha saya mulai besar dan banyak karyawan,

sehingga saya tidak perlu sibuk mengurusi semuanya

suami saya juga mulai beristirahat dengan karirnya

 

kami berdua memulai hidup yang agak santai

bisa melihat anak-anak kami tumbuh dewasa

mendengar keluh kesah mereka

celotehan celotehan mereka tentang teman di sekolah atau di kampusnya

mendampingi mereka hingga pernikahan

hidup kami bahagia…

selamanya…

 

ahahaaa…

imajinasi yang sempurna

sesalku

yang pergi takkan pernah kembali

satu yang sangat kusesalkan

tak pernah sempat ku mengatakan padanya

bahwa dulu, tak pernah ku sengaja membencinya

dulu, aku selalu memperhatikannya

meski yang dia tau, aku membencinya

dulu, aku senang dengan keberadaannya

meski yang dia tau, aku merasa terganggu olehnya

dulu, aku selalu mengamatinya meski dari jauh

meski yang dia tau, aku tak pernah peduli dengannya

dulu, aku benar benar suka padanya

meski yang dia tau, aku hanya mempermainkannya

dulu, aku benar benar jatuh hati padanya

meski yang dia tau, aku tak pernah takluk padanya

dulu, dan mungkin hingga sekarangpun

aku masih menyayanginya, selalu mengingatnya

kenangannya tak pernah hilang dari otakku

gerak geriknya, kejailannya yang mulai menular padaku

sifatnya, caranya menatapku, nada bicaranya

semua masih ada disini, tak pernah bisa kuhapus

dan penyesalan terbesarku adalah dia tak pernah tau semua itu

dan sekarang, aku tak akan pernah sempat menyampaikan padanya

hanya bisa berdo’a dan berharap

dia diterima disisi-Nya

bahagiamu adalah bahagiaku

terimakasih untuk cinta untukku

anugerah terindah dalam hidupku adalah

pernah mengenalnya

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.