Kepada Kekasihku
01 Agu 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in kresna ku
Ketika dunia memperolokmu
Ketika semua orang tak ada yang yakin akan kemampuanmu
Ketika sahabat-sahabatmu pun mulai lelah untuk mendukungmu
Ketika keluargamu juga mulai pudar mempercayaimu
Aku yang tak pernah yakin akan kemampuanmu
Aku yang mungkin setengah hati mendukungmu
Aku yang bukan pudar, tapi memang belum bisa mempercayaimu
Kini mulai yakin, kemudian mendukungmu
Kini mulai bisa mempercayaimu
dan saat inilah, ketika kamu sendiri sudah mulai tak percaya diri
ketika kamu mulai tidak yakin dengan kemampuanmu sendiri
dan bahkan mulai berusaha mengikuti saja alur yang berjalan
tak berusaha, tak bersemangat, dan putus asa
Aku, memohon kepadamu dengan sangat
Memintamu dengan sangat
Mengharapmu dengan sangat
Untuk lagi meyakini bahwa apa yang kamu rencanakan
Untukmu, untukku, untuk kita, pasti akan terwujud
Jadi, sekali lagi aku memohon kepadamu, karena aku sudah percaya
Meskipun aku paham bahwa ini benar-benar tak mudah
Meski bagaikan menjemputku ke bulan pun, tetap kumohon
Berusahalah dan jangan hancurkan kepercayaanku tentangmu
Jangan diam, kembali bergerak, bersemangat
Tak banyak lagi waktu untukmu
Terlalu lama aku menunggu
Cepatlah, kejar lagi semua
Karna aku percaya.
Kepada Calon Suamiku
20 Jun 2011 2 Komentar
in kresna ku
Sebelumnya, banyak hal yang ingin kutanyakan padamu
Pernahkan kau ingin marah padaku tapi tetap kau tahan?
karena mungkin nanti aku akan sering membuatmu marah
Pernahkah kau merasa bosan padaku?
Karena nanti aku akan selalu menemanimu setiap saat
Pernahkah kau merasa bahwa aku terlalu mengekangmu?
Karena nantipun aku masih selalu takut kehilanganmu
Pernahkah kau merasa bahwa sms atau teleponku mengganggumu?
Karena nanti aku akan selalu mengkhawatirkan keadaanmu
Pernahkah kau merasa bahwa aku terlalu menekanmu?
Karena aku hanya berharap bahwa hanya aku yang ada dihatimu
Pernahkah kau merasa bahwa aku terlalu mengaturmu?
Karena aku sangat peduli kepadamu
Sudahkah kau mantapkan hatimu saat memilihku?
Karena aku telah memantapkan hatiku untuk menerimamu
Katakan Cinta mu
17 Jun 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
sepasang kekasih sedang melaju lebih dari 100 km/jam di jalan dengan sebuah motor.
Cewek : Pelan-pelan, aku takut.
Cowok : Tidak, ini menyenangkan.
Cewek : Tidak, ini sama sekali tidak menyenangkan. Please, aku takut!
Cowok : Baik, tapi katakan dulu bahwa kamu mencintaiku.
Cewek : Aku mencintaimu! Sekarang pelankan motornya!
Cowok : Sekarang beri aku pelukan yang erat. (Lalu si cewek memeluknya)
Cowok : Bisakah kamu melepas helmku & kamu pakai? Helm ini sangat menggangguku! (Si cewek itu pun menurutinya)
Keesokan harinya ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung karena rem-nya blong. Ada dua orang di atas motor itu, tetapi hanya satu orang yang selamat.
Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi, si cowok berusaha me-Rem utk memperlambat, tp si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tau. Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tau itu untuk terakhir kali baginya. Dia lalu menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati…
Pernahkah kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini ??? Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon / mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia?
Pernahkah kamu mengatakan “AKU MENCINTAIMU” padanya? Ataukah kamu menunggu untuk mengatakan itu disaat kamu berada dlm situasi seperti diatas motor itu?
Jika tidak, kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi. Jangan menyimpan rasa cinta itu hanya di dalam hati.
Katakan padanya bahwa kau mencintainya Karena kamu tidak pernah tau, apakah besok kamu masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkannya..
Badai itu Pergi
13 Apr 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in kresna ku
Ini yang sebenarnya kutunggu tunggu
Badai itu pergi
Lelah mengusik kehidupanku
Lelah mengganggu kebahagiaanku
Kesabaranku selama ini membawa hasil
Hasil yang sempurna
Badai itu menghilang juga akhirnya
Andai suatu saat nanti dia datang kembali
Sudah kusiapkan berbagai jenis senjata
Bukan senjata untuk mengusir badai itu
Bukan pula senjata untuk melawan badai itu
Tapi senjata untuk membiarkan hatiku bersabar lagi
Dan tak terpengaruh sedikitpun serangan serangan Sang Badai
Karena senjataku kali ini benar benar bisa diandalkan
Senjataku adalah Cinta dan Kepercayaan
Bye.. Badai…
Pergi dan Menghilang…
Semoga tak kembali lagi
Hal Terbesar – Armada
07 Apr 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
[intro] D
D
Tlah lama ku rasa sendiri
Bm
Karena hatiku tak memiliki
Em
Ku tak kuasa melupakannya
A
Begitu saja
D
Kau datang di saat yang sempurna
Bm
Membuat aku melupakan dia
Em
Kau menyita semuanya
A
Hati dan fikiranku
[chorus]
G Gm
Mencintaimu
D A/C# Bm
Adalah hal terbesar di hidupku
C A
Jadi jangan kecewakan aku
G Gm
Memilikimu
D A/C# Bm
Harta terbesar di dalam hidupku
Em A D
Semoga ini selamanya bersama
D
Kau datang di saat yang sempurna
Bm
Membuat aku melupakan dia
Em
Kau menyita semuanya
A
Hati dan fikiranku
[chorus]
G Gm
Mencintaimu
D A/C# Bm
Adalah hal terbesar di hidupku
C A
Jadi jangan kecewakan aku
G Gm
Memilikimu
D A/C# Bm
Harta terbesar di dalam hidupku
Em A
Semoga ini selamanya bersama
[solo] Bm E G D
Bm E G A
[chorus]
G Gm
Mencintaimu
D A/C# Bm
Adalah hal terbesar di hidupku
C A
Jadi jangan kecewakan aku
G Gm
Memilikimu
D A/C# Bm
Harta terbesar di dalam hidupku
Em A
Semoga ini selamanya
Em A D
Semoga ini selamanya bersama
Ini dia,Dhika d’Kresna,
Seseorang yg merupakan hal terbesar dihidupku….
Semoga bahagia ini selamanya….
Amiiin….
Kau Harus Terima – Armada
06 Apr 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Kau yang buat diri ini
Hancur tiada terkira
Kau membuat ku luka
Dirimu yang selama ini
Selalu aku banggakan
Ternyata kau mendua
Dan jika dia lebih dariku
Lebih baik untukmu, ku bisa terima
Tapi bila kau tak temukan bahagia
Kau harus bisa terima, jangan kembali
Dirimu yang selama ini
Selalu aku banggakan
Ternyata kau mendua
Dan jika dia lebih dariku
Lebih baik untukmu, ku bisa terima
Tapi bila kau tak temukan bahagia
Kau harus bisa terima, jangan kembali
Dan jika dia lebih dariku
Lebih baik untukmu, ku bisa terima
Tapi bila kau tak temukan bahagia
Kau harus bisa terima, jangan kembali
Jangan sesali
Jangan kembali
diary 3
16 Feb 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in kresna ku
3:15 AM Jakarta, 15 Februari 2011
Dear Diary,
Lagi, malam ini tak dapat kupejamkan mataku. Selalu memikirkannya, bayangannya kini selalu mengisi hari-hariku.
Kresnaku, kupandang foto-fotonya lagi, video tentangnya pun kuputar berkali kali, senyumku mengembang.
Aku benar mencintainya, benar menginginkannya, berharap dia yang akan slalu menemani hari hariku selanjutnya.
Lama aku melihat file file itu, melihat tatapannya, senyumannya, membayangkan gerak geriknya saat bersamaku, Damn…!!! bayangan Deni muncul lagi, seolah berusaha menutup pandanganku pada Kresnaku. Mulai kurasa sesuatu yang mirip, sesuatu yang sama, yang kusuka.
Aku mulai merasa Kresna terlalu mirip dengan Deni, caranya menatapku, perhatiannya padaku, caranya memperlakukanku, menghargai dan menghormatiku, sungguh benar benar hampir sama. Bheee… bicaranya, genggaman tangannya, semuanya, hampir sama persis, seolah Deni hidup kembali dan menjelma menjadi Kresna.
Ini suatu kesalahan, aku menyukai Kresna karna aku mencintainya, benar benar mengenalnya, tak ada hubungannya dengan Deni sedikitpun. Mereka dua pribadi yang berbeda beda, kalaupun aku masih dibayang bayangi oleh sosok Deni, itu karena Deni terlalu baik padaku, bukan karena aku masih menyukainya bahkan mencintainya.
Bukan!!
Kresna yang kucintai, sebagai Kresna, bukan sebagai sosok yang hampir sama dengan Deni, sekali lagi bukan!!, kuyakinkan hatiku.
Air mataku mulai menetes lagi, aku mungkin memang bersalah pernah meninggalkan Deni tanpa sempat mengatakan semua yang kurasakan padanya, dulu, bahkan penyesalanku pun masih tetap kurasakan hingga detik ini, tapi yang kucintai adalah Kresna, bukan Deni, bukan pula sosok seperti Deni, kalaupun ada kemiripan, itu hanya suatu kebetulan saja.
Yah, bener banget, hanya kebetulan saja.
Deni cuma masa laluku saja yang mungkin memang sulit untuk kulupakan, perlahan tapi pasti aku bisa melupakan perasaanku padanya, toh dia memang sudah pergi jauh membawa cintanya untukku, dan tak akan kembali untuk selamanya.
Satu yang ingin kuyakinkan pada hatiku, dihati ini, hanya ada sosok Kresna sebagai dia sendiri, utuh, tak ada yang lain ataupun bayang bayang siapapun.
Aku mencintaimu
benar-benar mencintaimu Dhika d’Kresna
Sedang Berimajinasi
14 Feb 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in kresna ku
saya sedang berimajinasi
membayangkan tentang bagaimana saya kelak
sekarang saya sedang bekerja,
di tahun kedua saya bekerja, saya menikah
dua tahun setelah saya menikah
tabungan untuk modal buka usaha sudah cukup
saat itulah saya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga saja
meninggalkan profesi saya sebagai wanita karir
mendukung suami saya untuk berkarir lebih baik lagi
mendorongnya untuk selalu bersemangat mecari nafkah
sembari mengajar dan membimbing anak saya sebelum memasuki usia sekolah
setelah itu saya juga mulai fokus mengembangkan usaha saya
tanpa melupakan tugas saya sebagai seorang istri yang harus mendampingi suaminya
dan sebagai ibu yang selalu membimbing anaknya
tiga sampai empat tahun berikutnya mungkin saatnya untuk menambah keturunan
beberapa tahun kemudian
usaha saya mulai besar dan banyak karyawan,
sehingga saya tidak perlu sibuk mengurusi semuanya
suami saya juga mulai beristirahat dengan karirnya
kami berdua memulai hidup yang agak santai
bisa melihat anak-anak kami tumbuh dewasa
mendengar keluh kesah mereka
celotehan celotehan mereka tentang teman di sekolah atau di kampusnya
mendampingi mereka hingga pernikahan
hidup kami bahagia…
selamanya…
ahahaaa…
imajinasi yang sempurna
sesalku
07 Feb 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
yang pergi takkan pernah kembali
satu yang sangat kusesalkan
tak pernah sempat ku mengatakan padanya
bahwa dulu, tak pernah ku sengaja membencinya
dulu, aku selalu memperhatikannya
meski yang dia tau, aku membencinya
dulu, aku senang dengan keberadaannya
meski yang dia tau, aku merasa terganggu olehnya
dulu, aku selalu mengamatinya meski dari jauh
meski yang dia tau, aku tak pernah peduli dengannya
dulu, aku benar benar suka padanya
meski yang dia tau, aku hanya mempermainkannya
dulu, aku benar benar jatuh hati padanya
meski yang dia tau, aku tak pernah takluk padanya
dulu, dan mungkin hingga sekarangpun
aku masih menyayanginya, selalu mengingatnya
kenangannya tak pernah hilang dari otakku
gerak geriknya, kejailannya yang mulai menular padaku
sifatnya, caranya menatapku, nada bicaranya
semua masih ada disini, tak pernah bisa kuhapus
dan penyesalan terbesarku adalah dia tak pernah tau semua itu
dan sekarang, aku tak akan pernah sempat menyampaikan padanya
hanya bisa berdo’a dan berharap
dia diterima disisi-Nya
bahagiamu adalah bahagiaku
terimakasih untuk cinta untukku
anugerah terindah dalam hidupku adalah
pernah mengenalnya

