Ending (maybe)

Kisah ini, mungkin memang akan terhenti disini

Dia tlah berani mengambil keputusan

Keputusan yang logis menurutku

Dia meninggalkanmu

Dengan cara terhalus yang pernah kutahu

Dia memintamu untuk memutuskannya

Mengakhiri semuanya

Dengan alasan yang sempurna

Agar dia tidak lagi menjadi beban bagimu

Agar kau bisa bebas untuk melakukan apa saja

Agar semuanya bisa tersenyum

even its really hurts me, I’ll let you go, hope you’ll get your happiness”

Kalimat itu yang muncul darinya

Benar – benar kalimat yang bijak

Ini memang terbaik untukmu dan untuknya

karnamu, karna sikapmu, dan karna keegoisanmu

Akhirnya,

Sosok – sosok itu benar-benar mampu

Mampu menggantikan posisimu dihatinya

Mampu mengembalikan senyumnya

Yang sempat hilang karnamu, karna sikapmu, dan karna keegoisanmu

 

Sosok – sosok itupun mengerucut

Tidak lagi banyak, hanya satu

Satu sosok yang baik, peduli

Satu sosok yang mampu mengobati perih

Perih yang selama ini dia rasakan

Perih yang muncul karnamu, karna sikapmu, dan karna keegoisanmu

 

Tinggal menunggu waktu saja

Baginya, untuk segera tinggalkanmu

Tinggalkan semua tentangmu

Tinggalkan kesedihan

Kesedihan yang muncul karnamu, karna sikapmu, dan karna keegoisanmu

 

Dia tersenyum, tertawa

Senyum dan tawa karna keinginannya

Bukan karna terpaksa

Bukan karnamu, karna sikapmu, dan karna keegoisanmu

hati malaikat vs bodoh

Ternyata, hatinya memang malaikat

Dia masih mampu menerimamu

Meski kau seperti itu

Dia masih sanggup bertahan untukmu

Meski kau tak mau berubah untuknya

Dia masih tetap mengertimu

Meski kau tak pernah berusaha untuk mengertinya

Dia masih tetap peduli terhadapmu

Meski kau tak pernah peduli terhadapnya

Dia masih tetap menganggapmu

Meski kau tak pernah menganggapnya

Dia masih tetap melakukan banyak hal untukmu

Meski tak pernah kau hargai apa yang tlah dilakukannya

Dia masih tetap tanpa syarat mencintaimu

Meski kau masih saja selalu memberikan banyak syarat kepadanya

Dia masih tetap takut kehilangamu

Meski kau tak pernah merasa takut kehilangannya

Satu lagi,

Dia masih tetap menyayangimu

Meski kau tak pernah benar benar menyayanginya

 

Itu bukan hati malaikat namanya

Tapi bodoh!!

sadar

Saat dia merasa semua yang dia lakukan sia-sia

Saat terlalu lama dan terlalu hebat dia bersabar

Saat kesabarannya telah habis

Saat dia berpikir bahwa dia sudah tak sanggup lagi bertahan

Bertahan dalam keadaan seperti ini

Tak ada perubahan padamu

Karna memang tak ada sedikitpun keinginan darimu untuk berubah

Mulai muncul sosok-sosok yang mampu menggantikanmu

Sulit, tak mungkin dapat ia menghilangkanmu dari hatinya

Sosok-sosok itu datang

Sosok-sosok yang tak pernah dia percaya keberadaannya

Karna dia pikir tak mungkin ada yang mampu menghilangkanmu dari hatinya

Sosok-sosok yang dalam pikirannya sekarang mampu menghilangkanmu dari hatinya

Saat sosok-sosok itu mulai menuntunnya

Menuntun untuk berpikir logis

Menuntun untuk berpikir bahwa kau bukan segalanya

Menuntun untuk ikhlas

Dia mulai belajar untuk menghapusmu

Memori-memori tentangmu

Kehidupanmu, keluargamu, tingkah lakumu, semua

Tentangmu

Sedikit demi sedikit, sangat sedikit, tapi pasti

Dia yakin bisa

Sosok-sosok itu yang meyakinkannya

Sosok-sosok itu yang mampu mengembalikan senyumnya

Senyum yang ihlas, tanpa beban, dan terlihat sempurna

Senyum yang tak pernah kau sadari keindahannya, menyenangkan, dan tulus

Sosok-sosok itu mampu mengembalikan keceriaannya

Sosok-sosok itu juga telah membuat otaknya jernih

Berpikir dan bertindak sesuai dengan apa yang sebenarnya dia inginkan

Bukan hanya melakukan sesuatu yang sebenarnya bukan dia tak suka, hanya tak ingin

Demi seseorang sepertimu

Saat dia mencoba menghapusmu dengan baik

Tanpa menyakiti siapapun, bukan kau ataupun sosok-sosok itu

Dia mulai mengurangi intesitasnya untuk berhubungan denganmu

Telepon, pesan, tak pernah berhenti

Sapaannya di pagi hari

Ucapan met kerja atau ucapan-ucapan lain

Pesan sayang, kangen, rindu, dan sejenisnya lah

Kekhawatirannya padamu

Semuanya yang tak dapat kusebut satu persatu

Karna terlalu banyak

Kini, mulai berkurang, dan mungkin akan hilang

Saat itu juga kau mulai tersadar

Sadar bahwa dia mulai berubah

Sadar bahwa dia yang sebenarnya benar-benar menyayangimu

Sadar bahwa sosok-sosok itu mungkin saja memang mampu

Mampu menggantikan posisimu dihatinya

Mampu membuatnya tersenyum

Mampu mengembalikan cerianya

Mampu membuatmu hilang

Saat itu,  kaupun mulai berusaha untuk berubah

Demi seseorang sepertinya

Hmm..

Aku tak yakin,

Semoga masih ada waktu,

Semoga masih ada harapan,

Semoga masih mungkin,

Untuk hatinya kembali menoleh padamu

Jika memang dia punya hati malaikat

Mungkinkah?

Aku tak yakin.

-Menyesal Kehilangan-

Dia ada, tapi tak kau hiraukan

Berharap kau berubah, tapi kau tetap begitu, tak berubah

Dia lakukan banyak hal untukmu, tapi tak kau hargai, kau anggap biasa, dan lumrah

Dia ingin kau anggap lebih dari status kalian, tapi kau hanya menganggap sebatas status saja, tak pernah kau anggap sepenuh hati

Dia mencintaimu tanpa syarat, tapi kau berikan berbagai macam syarat kepadanya

Dia berkeluh kesah dengan berbagai curahan hatinya tentang dunianya, kehidupannya, masalah-masalahnya, karena dia menghargaimu sebagai orang yang dia sayangi dan berhak tau atau mungkin mengerti, bahkan berharap kau mampu membesarkan hatinya, tapi kau bilang “jangan suka mengeluh”

Dia mengutarakan ada ganjalan dihatinya, tentangmu, tentang kelakuanmu, yang dia bukan tak suka, hanya berharap kau tak seperti itu, tapi kau dengan mudahnya berkata “kenapa suka aku?”

Dia menjaga hatinya hanya untukmu, tapi kau bagi-bagikan hatimu untuk orang-orang yang entah benar-benar tulus atau tidak dan tak membalas, dengan porsi yang sama, bahkan mungkin hanya sedikit porsi hatimu untuknya

Dia lakukan apapun yang kau inginkan karna takut menyinggung perasaanmu, takut kehilanganmu, tapi kau tak pernah merasa takut kehilangannya

Dia tau kau seperti itu, dia mengerti kau seperti itu, tapi dia tetap mencintai dan menyayangimu

Dia punya hati, punya perasaan

menurut mereka, kesabaran ada batasnya

aku cukup penasaran seberapa besar kesabarannya? sebatas mana kesabarannya?

Saat dia benar benar pergi darimu, hanya satu yang bisa kupastikan 100%

Cepat atau lambat

Kau akan “Menyesal Kehilangan”

Bukankah kau pernah kehilangan? Masih ingin merasa kehilangan lagi?? Mungkin lebih dalam,

Mampukah kau temukan sosoknya lagi?

Saat itulah, Kau akan benar-benar merasakan yang dinamakan “Menyesal Kehilangan”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.