Ending (maybe)
06 Des 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in dia dan kamu
Kisah ini, mungkin memang akan terhenti disini
Dia tlah berani mengambil keputusan
Keputusan yang logis menurutku
Dia meninggalkanmu
Dengan cara terhalus yang pernah kutahu
Dia memintamu untuk memutuskannya
Mengakhiri semuanya
Dengan alasan yang sempurna
Agar dia tidak lagi menjadi beban bagimu
Agar kau bisa bebas untuk melakukan apa saja
Agar semuanya bisa tersenyum
“even its really hurts me, I’ll let you go, hope you’ll get your happiness”
Kalimat itu yang muncul darinya
Benar – benar kalimat yang bijak
Ini memang terbaik untukmu dan untuknya
karnamu, karna sikapmu, dan karna keegoisanmu
29 Nov 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in dia dan kamu
Akhirnya,
Sosok – sosok itu benar-benar mampu
Mampu menggantikan posisimu dihatinya
Mampu mengembalikan senyumnya
Yang sempat hilang karnamu, karna sikapmu, dan karna keegoisanmu
Sosok – sosok itupun mengerucut
Tidak lagi banyak, hanya satu
Satu sosok yang baik, peduli
Satu sosok yang mampu mengobati perih
Perih yang selama ini dia rasakan
Perih yang muncul karnamu, karna sikapmu, dan karna keegoisanmu
Tinggal menunggu waktu saja
Baginya, untuk segera tinggalkanmu
Tinggalkan semua tentangmu
Tinggalkan kesedihan
Kesedihan yang muncul karnamu, karna sikapmu, dan karna keegoisanmu
Dia tersenyum, tertawa
Senyum dan tawa karna keinginannya
Bukan karna terpaksa
Bukan karnamu, karna sikapmu, dan karna keegoisanmu
hati malaikat vs bodoh
29 Nov 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in dia dan kamu
Ternyata, hatinya memang malaikat
Dia masih mampu menerimamu
Meski kau seperti itu
Dia masih sanggup bertahan untukmu
Meski kau tak mau berubah untuknya
Dia masih tetap mengertimu
Meski kau tak pernah berusaha untuk mengertinya
Dia masih tetap peduli terhadapmu
Meski kau tak pernah peduli terhadapnya
Dia masih tetap menganggapmu
Meski kau tak pernah menganggapnya
Dia masih tetap melakukan banyak hal untukmu
Meski tak pernah kau hargai apa yang tlah dilakukannya
Dia masih tetap tanpa syarat mencintaimu
Meski kau masih saja selalu memberikan banyak syarat kepadanya
Dia masih tetap takut kehilangamu
Meski kau tak pernah merasa takut kehilangannya
Satu lagi,
Dia masih tetap menyayangimu
Meski kau tak pernah benar benar menyayanginya
Itu bukan hati malaikat namanya
Tapi bodoh!!
sadar
10 Nov 2010 4 Komentar
in dia dan kamu
Saat dia merasa semua yang dia lakukan sia-sia
Saat terlalu lama dan terlalu hebat dia bersabar
Saat kesabarannya telah habis
Saat dia berpikir bahwa dia sudah tak sanggup lagi bertahan
Bertahan dalam keadaan seperti ini
Tak ada perubahan padamu
Karna memang tak ada sedikitpun keinginan darimu untuk berubah
Mulai muncul sosok-sosok yang mampu menggantikanmu
Sulit, tak mungkin dapat ia menghilangkanmu dari hatinya
Sosok-sosok itu datang
Sosok-sosok yang tak pernah dia percaya keberadaannya
Karna dia pikir tak mungkin ada yang mampu menghilangkanmu dari hatinya
Sosok-sosok yang dalam pikirannya sekarang mampu menghilangkanmu dari hatinya
Saat sosok-sosok itu mulai menuntunnya
Menuntun untuk berpikir logis
Menuntun untuk berpikir bahwa kau bukan segalanya
Menuntun untuk ikhlas
Dia mulai belajar untuk menghapusmu
Memori-memori tentangmu
Kehidupanmu, keluargamu, tingkah lakumu, semua
Tentangmu
Sedikit demi sedikit, sangat sedikit, tapi pasti
Dia yakin bisa
Sosok-sosok itu yang meyakinkannya
Sosok-sosok itu yang mampu mengembalikan senyumnya
Senyum yang ihlas, tanpa beban, dan terlihat sempurna
Senyum yang tak pernah kau sadari keindahannya, menyenangkan, dan tulus
Sosok-sosok itu mampu mengembalikan keceriaannya
Sosok-sosok itu juga telah membuat otaknya jernih
Berpikir dan bertindak sesuai dengan apa yang sebenarnya dia inginkan
Bukan hanya melakukan sesuatu yang sebenarnya bukan dia tak suka, hanya tak ingin
Demi seseorang sepertimu
Saat dia mencoba menghapusmu dengan baik
Tanpa menyakiti siapapun, bukan kau ataupun sosok-sosok itu
Dia mulai mengurangi intesitasnya untuk berhubungan denganmu
Telepon, pesan, tak pernah berhenti
Sapaannya di pagi hari
Ucapan met kerja atau ucapan-ucapan lain
Pesan sayang, kangen, rindu, dan sejenisnya lah
Kekhawatirannya padamu
Semuanya yang tak dapat kusebut satu persatu
Karna terlalu banyak
Kini, mulai berkurang, dan mungkin akan hilang
Saat itu juga kau mulai tersadar
Sadar bahwa dia mulai berubah
Sadar bahwa dia yang sebenarnya benar-benar menyayangimu
Sadar bahwa sosok-sosok itu mungkin saja memang mampu
Mampu menggantikan posisimu dihatinya
Mampu membuatnya tersenyum
Mampu mengembalikan cerianya
Mampu membuatmu hilang
Saat itu, kaupun mulai berusaha untuk berubah
Demi seseorang sepertinya
Hmm..
Aku tak yakin,
Semoga masih ada waktu,
Semoga masih ada harapan,
Semoga masih mungkin,
Untuk hatinya kembali menoleh padamu
Jika memang dia punya hati malaikat
Mungkinkah?
Aku tak yakin.
-Menyesal Kehilangan-
08 Nov 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in dia dan kamu
Dia ada, tapi tak kau hiraukan
Berharap kau berubah, tapi kau tetap begitu, tak berubah
Dia lakukan banyak hal untukmu, tapi tak kau hargai, kau anggap biasa, dan lumrah
Dia ingin kau anggap lebih dari status kalian, tapi kau hanya menganggap sebatas status saja, tak pernah kau anggap sepenuh hati
Dia mencintaimu tanpa syarat, tapi kau berikan berbagai macam syarat kepadanya
Dia berkeluh kesah dengan berbagai curahan hatinya tentang dunianya, kehidupannya, masalah-masalahnya, karena dia menghargaimu sebagai orang yang dia sayangi dan berhak tau atau mungkin mengerti, bahkan berharap kau mampu membesarkan hatinya, tapi kau bilang “jangan suka mengeluh”
Dia mengutarakan ada ganjalan dihatinya, tentangmu, tentang kelakuanmu, yang dia bukan tak suka, hanya berharap kau tak seperti itu, tapi kau dengan mudahnya berkata “kenapa suka aku?”
Dia menjaga hatinya hanya untukmu, tapi kau bagi-bagikan hatimu untuk orang-orang yang entah benar-benar tulus atau tidak dan tak membalas, dengan porsi yang sama, bahkan mungkin hanya sedikit porsi hatimu untuknya
Dia lakukan apapun yang kau inginkan karna takut menyinggung perasaanmu, takut kehilanganmu, tapi kau tak pernah merasa takut kehilangannya
Dia tau kau seperti itu, dia mengerti kau seperti itu, tapi dia tetap mencintai dan menyayangimu
Dia punya hati, punya perasaan
menurut mereka, kesabaran ada batasnya
aku cukup penasaran seberapa besar kesabarannya? sebatas mana kesabarannya?
Saat dia benar benar pergi darimu, hanya satu yang bisa kupastikan 100%
Cepat atau lambat
Kau akan “Menyesal Kehilangan”
Bukankah kau pernah kehilangan? Masih ingin merasa kehilangan lagi?? Mungkin lebih dalam,
Mampukah kau temukan sosoknya lagi?
Saat itulah, Kau akan benar-benar merasakan yang dinamakan “Menyesal Kehilangan”