Maaf

Maaf

untuk semuanya

untuk sakit yang terasa

untuk senyum yang hilang

tapi hanya sementara saja


nanti juga kau temukan lagi

sosok sepertiku

bahkan mungkin lebih baik

jauh lebih baik


dan senyumku

akan slalu untuk kamu dan orang-orang yang kusayang

adil bukan?

SINGKAT

Muncul begitu saja

Membuatku tertawa

Tapi senang

Hahahaa

Bukan itu, masalahnya dia brondonk

Dan dia tak suka

Marah ketika aku berkata demikian

Dan marahnya membuatku tertawa

Awalnya,

Tapi dia tak main-main dengan marahnya

Aku mulai merasa kehilangan

Menyesal telah berkata demikian

Meminta maaf, percuma

Dia terlanjur marah, serius

Akhirnya,

Cuma berhenti disini, terhenti

Dan masih tetap saja kupikirkan

Hhhh…..

die (2)

Memandang jauh

Potretmu, dalam file yang kuberi nama “die”

Tersenyum, senyum yang sama dalam setiap pose

Tak membuatku jenuh, sama sekali tidak

Benar-benar senyum licik yang mempesona

Terlalu mempesona untuk kulewatkan begitu saja

Ada makna yang dalam dibaliknya

Entah, aku juga tak tau

Yang jelas, senyummu yang aku suka

Serius, bukan candaan atau pujian belaka

Ini sebenarnya, melihat senyum dalam potretmu aku suka

Berharap senyum itu untukku

Senyum yang mempesonaku

Dan,

 

Tetaplah tersenyum “die”

Untukku, untuk kamu, dan untuk semua..

die (1)

Ternyata, kau tau tentangku, banyak, semua

Ih, curang. Kenapa aku nggak tau sedikitpun tentangmu?

Kau dimana selama ini?

Aku benar-benar tak tau

Aku tak tau, kalau ternyata

Kau mampu membuatku tersenyum dalam sedihku

Kau mampu membuatku tertawa dalam tangisku

Kau mampu membuatku sadar dalam mimpi burukku

Kau mampu ..kau memang mampu…

Entah mampukah kau meluluhkan hatiku

Hati yang tlah dingin, membeku, dan mati rasa

Entah…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.